Tata Kelola Perusahaan

Selama tahun 2015, berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan budaya perusahaan yang kondusif terhadap Good Corporate Governance . Penetapan budaya  ini dimulai dari komitmen jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang merupakan kunci keberhasilan implementasi  Good Corporate Governance, beberapa tahapan implementasi dari Good Corporate Governance adalah dimulai dari sosialisasi pemantauan implementasi dari Corporate Core Values, Visi & Misi dan Kode Etik. 

Kebijakan Perusahaan, Peraturan Kepegawaian, serta berbagai ketentuan lain yang telah menunjukan secara eksplisit komitmen Perusahaan atas pelaksanaan Good Corporate Governance

Perseroan juga membentuk struktur agar Good Corporate Governance dapat berjalan dengan baik, melalui pembentukan komite-komite di level Dewan Komisaris dan Direksi, pembentukan unit independen seperti Komite Audit dan Satuan Kerja Audit Intern mendukung pengambilan keputusan di tingkat Dewan Komisaris dan Direksi

Pelaksanaan Good Corporate Governance juga diwujudkan dalam berbagai mekanisme di  Perseroan, mulai dari rekrutmen, training/sosialisasi,  performance evaluation , hingga program reward and punishment. Dalam memantau pelaksanaannya, selain dengan mekanisme internal control dan self assessment juga dilakukan oleh unit independen yaitu Internal Audit dan Komite Audit. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Good Corporate Governance Perseroan juga menerapkan sanksi yang keras terhadap pelanggaran atas Kode Etik Perseroan. Keseluruhan hal di atas diatur agar semua pengurus dan karyawan serta stakeholder Perseroan dalam melakukan aktivitas selalu memegang prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independence dan fairness.

Secara lebih detil, semua aktivitas yang terkait dalam pelaksanaan Good Corporate Governance akan disampaikan di bawah ini.

Tata Kelola Perusahaan senatiasa dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang disertai dengan berbagai kebijakan yang diputuskan dalam RUPS, Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Direksi, dengan demikian setiap proses bisnis dilakukan senantiasa berpedoman pada Good Corporate Governance  sehingga dapat  melindungi dan memenuhi kebutuhan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Tanggung jawab pengelolaan Perseroan terletak pada Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang masing-masing diangkat oleh para Rapat Umum Pemegang Saham.

 

STRUKTUR & MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN

Struktur Tata Kelola Perusahaan diciptakan agar dapat mencegah konflik kepentingan di antara pemangku kepentingan sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Organ Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Ketiga Organ Perseroan tersebut merupakan organ utama pada struktur Tata Kelola Perusahaan, sedangkan organ pendukungnya adalah komite-komite Perseroan, Sekretaris Perusahaan, dan Unit Audit Internal

  • Rapat Umum Pemegang Saham, merupakan Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Undang-undang dan Anggaran Dasar.
  • Dewan Komisaris, merupakan Organ Perseroan yang bertugas untuk memberikan nasihat, rekomendasi kepada Direksi serta tanggung jawab untuk melakukan pengawasan secara umum dan khusus sesuai dengan Anggaran dasar
  • Direksi, merupakan Organ Perseroan yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh terhadap pengurusan perseroan yang sesuai dengan maksud dan tujuan, serta kepentingan perseroan. Direksi juga mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

 

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai Organ tertinggi dalam Perseroan, mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wewenang yang dimiliki oleh RUPS adalah sebagai berikut:

  • Meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan.
  • Mengubah Anggaran Dasar
  • Mengangkat dan memberikan Dewan Komisaris dan Direktur

Sepanjang 2015, Perseroan melaksanakan satu kali RUPS Tahunan (“RUPST”) & RUPS Luar Biasa (“RUPSLB”) pada tanggal 15 Juni 2015  dan satu kali RUPS Luar Biasa (“RUPSLB”) tanggal 8 Oktober 2015, semuanya bertempat dikantor Pusat Pulogadung Industrial Estate Jl. Pulo Ayang Kav. R-1, Jakarta

 

DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris terdiri dari seorang Presiden Komisaris dan dua orang Komisaris, termasuk seorang Komisaris Independen. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh Pemegang Saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas pengurusan Perseroan oleh Direksi dalam menjalankan Perseroan, memberikan nasehat kepada Direksi dan melakukan pekerjaan lain dari waktu ke waktu yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Prosedur penetapan dan besarnya remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris ditentukan dan diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Dewan Komisaris mengadakan rapat minimal tiga bulan sekali dan setiap waktu bilamana diperlukan. Panggilan rapat dikirimkan kepada setiap anggota dengan mencantumkan waktu, tempat dan acara rapat. Risalah rapat dibuat sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan berfungsi sebagai bukti sah mengenai keputusan yang diambil dalam rapat tersebut.

 

DIREKSI

Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab Direksi sebagaimana ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan adalah memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan tujuan Perseroan; memanfaatkan, mempertahankan dan mengelola asset Perseroan demi kepentingan Perseroan. Direksi juga berhak mewakili Perseroan di dalam maupun di luar pengadilan yang berhubungan dengan semua hal dan permasalahan yang mengikat Perseroan dan pihak-pihak lain kepada Perseroan dan untuk melakukan tindakan, baik yang menyangkut manajemen maupun permasalahan kepemilikan, tetapi masih dalam batas-batas seperti yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan.

Untuk meningkatkan kompetensi dalam menangani Perseroan, Direksi Perseroan telah mengikuti seminar-seminar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Prosedur penetapan dan besarnya remunerasi bagi anggota Direksi ditentukan dan diputuskan oleh Dewan Komisaris berdasarkan kuasa yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Direksi mengadakan rapat setidaknya satu kali sebulan dan setiap waktu bilamana dipandang perlu. Panggilan rapat mencantumkan waktu, tempat dan acara rapat Direksi. Risalah rapat berfungsi sebagai bukti sah keputusan yang diambil rapat tersebut.

 

SEKRETARIS PERUSAHAAN

Tanggung jawab Sekretaris perusahaan adalah memantau kepatuhan Perseroan terhadap Undang-Undang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar, Ketentuan Pasar Modal dan peraturan lain yang terkait; memelihara komunikasi yang transparansi secara berkala dengan pemerintah dan para pemain di Pasar Modal yang berhubungan dengan tata kelola perusahaan, tindakan korporasi dan transaksi materiil; memberikan informasi terkini yang akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham, media, investor, analis, dan masyarakat umum serta memberikan informasi terkini kepada Direksi tentang perubahan peraturan.

Sekretaris Perusahaan tahun 2015 adalah Soeseno Adi. Beliau telah menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak tanggal 5 Desember 2014. Selain sebagai Sekretaris Perusahaan, Soeseno Adi juga menjabat sebagai Vice President Finance & Administration.

 

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN AUDIT INTERNAL PERSEROAN

Peran yang utama dari internal audit adalah memberikan assurance/keyakinan bahwa perusahaan dapat atau tidak dapat mengelola resiko dengan baik dengan melihat apakah pengendalian intern yang ada dapat mengatasi resiko. Agar dapat memberikan keyakinan tersebut, Corporate internal Audit secara berkala melakukan pemantauan dengan cara melakukan pemeriksaan atas operasional perseroan.

Selain fungsi assurance, fungsi lainnya internal audit adalah sebagai konsulting. Dengan fungsi ini, internal audit berperan dengan memberikan sebuah jasa. Pemeriksaan harus berbasis pada auditee dan mengerti akan kebutuhan perusahaan sehingga jasa yang diberikan harus dapat memeberikan manfaat bagi perusahaan.

Pada tahun 2015, kegiatan pemeriksaan telah dilaksanakan merata diseluruh unit bisnis yaitu Divisi Stainless Steel, Divisi Industrial Gases dan anak perusahaan yaitu PT. Alpha Austenite. Pemeriksaan difokuskan kepada pengelolaa persediaan, piutang dagang dan kepatuhan pada SOP. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Corporate Internal Audit adalah untuk menilai efektivitas dan efisiensi atas implementasi system pengendalian internal dan memberikan perhatian pada area-area yang berpotensi memiliki resiko dan berpotensi berugikan Perseroan. Selain itu, Internal audit terlibat aktiv dalam pembenahan operasional di Internal Perusahaan.

Resiko yang dihadapi Perseroan antara lain adalah Integrity risk. Integrity risk merupakan resiko dilakukannya kecurangan oleh manajemen atau pegawai perseroan, tindakan ilegal atau tindak penyimpangan lainnya yang dapat mempengaruhi nama baik atau reputasi Perseroan di dunia usaha atau dapat mengurangi kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Adanya resiko tersebut membuat Corporate Internal Auditor berusaha untuk memberikan warning kepada seluruh jajaran Manajemen Perseroan. Selain membuat analisis mengenai risk management, Corporate Internal Audit juga sangat memperhatikan tindakan pencegahan untuk menangkal terjadinya kecurangan.

Untuk menjaga independensi Corporate Internal Audit bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur, sehingga mereka memiliki independensi penuh dalam menjalankan fungsinya, yaitu compliance, antisipasi resiko dan  meyakinkan bahwa Sistem Pengendalian Intern telah berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

 

PERKARA-PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN DI TAHUN 2015

Pada tahun 2015 tidak ada perkara pidana yang melibatkan Perseroan. Perkara-perkara yang ada diusahakan semaksimal mungkin dilakukan mediasi sehingga tercipta solusi berdasarkan azas kekeluargaan.